Educator | E-Learning Yayasan Garuda Nusa Youth Development Center
Courses
Skip site announcements
Site announcements
Skip course categories
Course categories
Skip available courses
Available courses

Secara sekilas dan sederhana kepemimpinan adalah kapabilitas memimpin yang dimiliki oleh pimpinan. Anda tidak salah jika mengajukan jawaban demikian. Karena pada dasarnya secara teoretik Kepemimpinan dapat dilihat dari pengertian sempit dan luas, tinjauan ini memberikan efek proporsi terhadap kekuasaan yang dimilikinya.
Kepemimpinan secara umum berarti kemampuan dan kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk mempengaruhi, mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, mengarahkan, dan bila perlu memaksa orang lain atau kelompok agar menerima pengaruh tersebut dan selanjutnya berbuat sesuatu yang dapat membantu tercapainya tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Ketika pendekatan kepemimpinan dilihat secara sempit maka proporsi kekuasaan yang dimilikinya dapat dipersepsikan lebih kecil ketika kita melihat pengertian kepemimpinan tersebut dalam pengertian luas. Baik dalam konsepsi formal maupun informal bahwa kadar kekuasaan akan sangat bergantung pula proporsinya kepada cara pandang kita terhadap kepemimpinan. Kali ini Anda diharapkan dapat memahami konsep dasar kepemimpinan.
- Teacher: Anton Agus Setiawan

Siapa yang belum mendengar atau menggunakan Facebook? Facebook ini merupakan salah satu cerita sukses dari sebuah start-up. Dimulai dari Mark Zuckerberg dan kawan-kawannya, Facebook pada awalnya hanya sebuah aplikasi sederhana saja. Ternyata kemudian aplikasi ini menjadi fondasi dari sebuah perusahaan start-up yang berhasil. Mark Zuckerberg menjadi kaya raya. Selain itu ada juga kesuksesan dari Twitter, YouTube, PayPal, dal masih banyak lainnya. Maka, banyak orang ingin menjadi pendiri perusahaan start-up yang sukses juga.
Sebetulnya cerita start-up ini bukan cerita baru. Sebelum Facebook ada Google. Sebelumnya lagi ada Netscape, yang memulai boomingnya perusahaan dotcom. Sebelumnya lagi ada Apple Computers, yang berjaya di tahun 80-an dengan personal computers. Atau, Microsoft, yang terkenal dengan softwarenya. Sebelumnya lagi ada Intel, yang bergerak di bidang integrated circuits. Dan masih banyak cerita-cerita lainnya. Di luar cerita sukses tersebut, sebetulnya lebih banyak kegagalan yang dialami oleh para start up. Dikatakan bahwa hanya satu dari sepuluh start-up yang sukses. Sayangnya cerita kegagalan ini jarang dibahas. Padahal justru kita dapat belajar dari kegagalan-kegagalan tersebut.
Lantas apa kunci kesuksesan sebuah start-up? Ini merupakan sebuah misteri. Namun ada upaya untuk menelaah kesuksesan tersebut dari kacamata yang lebih logis sehingga potensi kegagalan start-up dapat dikurangi (atau dideteksi lebih awal). Buku ini merupakan salah satu upaya untuk menjabarkan langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan potensi keberhasilan dari start-up.
- Teacher: Anton Agus Setiawan

Pada dasarnya wirausaha sosial adalah penggabungan konsep wirausaha dalam orientasi finansial dan sosial dalam orientasi pemecahan masalah. Walaupun konsep dan istilah wirausaha sosial semakin populer dan mulai dikenal akhir-akhir ini, tapi banyak organisasi maupun banyak sektor melihatnya dalam perspektif yang berbeda-beda. Ada yang melihatnya dari perspektif bisnis, ada juga yang melihatnya dari perspektif sosial, ada pula yang mencoba berusaha melihatnya secara berimbang.
Dalam memulai sebuah wirausaha sosial, bisnis, organisasi, ataupun inovasi apa yang pertama harus dilakukan? Mulai dari mana? Apa tahapannya? Bagaimana saya bisa memulai bisnis wirausaha sosial? Apakah sikap, karakter, nilai utama yang harus dimiliki oleh wirausaha sosial yang memungkinkan kewirausahaan sosialnya terus tumbuh dari waktu ke waktu?” Semua hal di atas akan kita pelajari secara gamblang, termasuk lima komponen penting dalam kewirausahaan sosial, tiga kunci akselerasi kewirausahaan sosial, dan tiga komponen pengembangan wirausaha sosial berwawasan internasional.
- Teacher: Anton Agus Setiawan